Powered by Blogger.
Latest News
Tuesday, December 13, 2016

Lagi Pemerintah didemo warga Supit tumingkas


BSC Sitaro - Diperkirakan ada sekitar 50 orang berseragam hitam yang tergabung dalam aksi demo LP3 Sulut memaksa menerobos gerbang lingkungan perkantoran pemerintah kabupaten Sitaro.

Hal itu dikarenakan permintaan dari demonstran yang meminta bupati Sitaro Toni Supit umtuk tidak memperlakukan warga pendemo seperti pengemis dalam menyampaikan aspirasi.

"Kami minta pagar dibuka. Jangan kami dikira seperti pengemis yang tidak dibolehkan masuk," teriak Tomi Kansil yang sedang menyampaikan orasi.

Setelah mempertimbangkan kondisi yang mulai memanas dengan upaya pendemo untuk masuk, pintu gerbang pun dibuka. Pendemo pun memaksa Supit untuk hadir dan menerima aspirasi langsung dari pendemo, namun sayang supit tidak ada di tempat dan tidak bisa menerima aspirasi warga yang akhirnya diwakili asisten sekda Sitaro.

Dalam orasinya, pendemo menuntut pemerintah untuk lebih profesional dalam pelayanan terhadap masyarakat.

"Jangan ada kepala sekolah jadi guru bantu, kepala sekolah jadi camat," ujar Frans Toli ketua LP3 Sulut.

Menjadi sorotanya pula terkait dengan kesejahteraan rakyat yang seolah tidak direalisasikan oleh bupati Toni Supit, yang sempat menjadi janji kampanye saat pilkada sebelumnya.

"Mana janji bupati? Harga pala anjlok, banyak sumber PAD yang tidak di kelola salah satunya di bidang perikanan," sebut Toli

Sementara, senada dengan Frans Toli, Soni Dauhan yang juga menjadi orator menyebutkan salah satu pejabat daerah yang ditempatkan oleh bupati Toni Supit yang melanggar aturan dan di minta untuk dilakukan peninjauan kembali.

"Seperti dedi pasandaran itu domainnya propinsi kami harap untuk segera dikembalikan ke tugas semula, sebab dari guru diangkat menjadi lurah itu menyalahi aturan," sebut dia.

Tidak hanya itu, 4 orang orator yakni Tomi Kansil, Tomi Mohede, Soni Dauhan dan Frans Toli, mengingatkan seluruh ASN sitaro untuk terus waspada dalam mengelolah keuangan agar tidak terjerumus pada kasus tindak pidana korupsi.

"Kasus Alexon Panauhe, Leni Wengen, Kasus Kabuhung dan Posuma, itu saya ikuti dari awal sampai selesai. Dan saya mau kasi tau, mana ada bawahan melakukan perbuatan itu tanpa perintah atasan? Saya sudah tanya," sebut Tomi Kansil dalam orasi, sambil mengingatkan seluruh ASN Sitaro.

Orasi pun berlangsung dengan meminta bupati Sitaro untuk mengganti Sekda Sitaro dan menghentikan diskriminasi terhadap pers dengan menyogok ingsan pers dalam penyampaian informasi.

"Ada wartawan disini? Saya minta pemerintah untuk mengembalikan fungsi wartawan. Jangan wartawan disogok apalagi dikemas dalam bahasa kemitraan. Dan kami menolak hal itu. Setuju??" teriak Soni Dauhan yang diikuti dengan teriakan setuju dari massa pendemo.

Pihak pemerintah pun berjanji untuk menindak lanjuti apa yang menjadi keluhan pendemo termasuk menghilangkan dana kemitraan dan mengembalikan fungsi dan peran wartawan.

"Kami sudah menangkap semua yang menjadi aspirasi bapak-bapak sadara sekalian dan akan kami akomodir," kata Asisten tiga Sitaro.

Mirisnya lagi, hingga demo berakhir, supit tidak menampakkan dirinya untuk menerima langsung aspirasi seperti yang dikehendaki pendemo, dan pendemo yang ngotot kehadiran supit pun tidak melakukan tindakan anarkis. (BSC)
  • Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Lagi Pemerintah didemo warga Supit tumingkas Rating: 5 Reviewed By: Beritasitaro