Powered by Blogger.
Latest News
Wednesday, February 8, 2017

Memahami Peluang dan Tantangan Integrasi Media Nasional di Lanskap Global

BSC Jakarta -Dalam rangka merayakan Hari Pers Nasional (HPN) 2017,diselenggarakan berbagai rangkaian acara yang penuh dengan kegiatan positif. Salah satu acara yang membuat perayaan semakin semarak adalah gelaran Konvensi Nasional Media Massa yang digelar di Baileo Siwalima, Ambon, pada hari Rabu (8/2/2017).

Dengan mengusung tema "Integrasi Media Nasional Dalam Lanskap Komunikasi Global: Peluang dan Tantangan", konvensi ini mengangkat permasalahan integrasi Indonesia ke dalam lanskap komunikasi global dan konsekuensinya bagi bisnis media nasional. Pada kesempatan ini, Baidu Indonesiayang diwakili oleh Bao Jianlei selaku Country Director PT. Baidu Digital Indonesia,berkesempatan untuk memaparkan rahasia dibalik suksesnya startupdigital di Tiongkok sebagai referensi untuk para pelaku industri digital di Indonesia.Selain sebagai perusahaan pemiliksearch engine terbesar di Tiongkok (dengan menguasai 79,84% pasar pencarian internet dan mobileinternet), Baidu juga memimpin dalam pengembangan berbagai teknologi lain. Di antaranya Artificial Intelligence (AI), pemetaan (Maps), O2O, analisa big data, Deep Learning,dan Cloud Computing. Hal ini terbukti juga dengan perkembangan revenuetahunan yang meningkat 35,3% di tahun 2015 silam.Bao Jianlei juga bercerita, bahwa sejak didirikan oleh Robin Li di tahun 2000 silam, Baidu telah mengeksplorasi pasar globaldengan mendirikan kantor di beberapa negara seperti Indonesia, Brazil, Mesir, India, Thailanddan Jepang. Langkah ini diambil sebagai bagian dari rencana eksplorasi global Baidu di Amerika Latin, Asia Tenggara, MENA, Amerika,dan Eropa.Di Indonesia, Baidu fokus pada produk-produk mobile, program ekosistem pengembangan teknologi, dan program akselerasi bagi pengembang aplikasi lokal. Tidak hanya itu, Baidu juga secara konsisten mendukung program pariwisata Indonesia, yaitu Wonderful Indonesiadengan menargetkan 10 juta wisatawan Tiongkok berkunjung ke Indonesia.

Pemaparan oleh Bao Jianlei dilanjutkan dengan mengemukakan fakta bahwa ekonomi internet Tiongkok saat ini sudah melampaui apa yang dicapai oleh Amerika, Perancisdan Jermandalam hal persentase sumbangsihnya kepada GPD negaranya masing-masing. Perusahaan teknologi Tiongkok juga telah melampaui pencapaian perusahaan teknologi Amerika dalam nominal saat perusahaan-perusahaan tersebut dibuka ke publik melalui IPOpada periode tahun 2014-2016. Sebanyak 52 perusahaan teknologi Amerika mampu mendulang USD 15,31 miliar, sementara sebanyak 72 perusahaan teknologi Tiongkok berhasil mendulang hingga USD 32,78 miliar.Bao Jianlei juga menyampaikan bahwa pemahaman terhadap pasar yang dituju adalah hal penting dalam penetrasi global. Ia menekankan bahwa pemahaman yang harus dilakukan bukan hanya dalam halbahasa, namun juga kebiasaan (behavior) dan kultur bangsa tersebut.Untuk dapat mencapai semua target globalisasi tersebut, dukungan pemerintah menjadi hal yang tidak kalah penting. Bao Jianlei mengatakan bahwa pemerintah Tiongkok melakukan berbagai langkah untuk mendukung berkembangnya industri teknologi di sana, baik dalam hal pengembangan di dalam negeri, maupun saat melangkah ke lanskap global. Mulai dari dukungan infrastruktur, perpajakan dan pemahaman ekonomi, hingga komitmen dana yang digelontorkan untuk industri teknologinya.

"Pemain lokal harus menangkap peluang ini dengan cermat. "Localize dan Market Understanding" merupakan kunci penting. Walaupun banyak pemain global yang masuk ke Indonesia, pemain lokal lah yang memegang peranan dan kunci disini, sebab mereka yang mengerti pasar dan kebutuhan masyarakat setempat lebih mendalam. Gunakan kesempatan ini untuk belajar dari para pemain global baik dari sisi teknologi dan bisnis modelnya, lakukan improvisasi sesuai dengan kebutuhan pasar lokal untuk memenangkan persaingan. Baidu Indonesia memiliki komitmen untuk membantu para pemain-pemain lokal untuk berkembang karena potensi digital di Indonesia masih sangat besar. Untuk membangun ekosistem industri digital ini memerlukan dukungan semua stakeholderdan tidak bisa hanya dilakukan oleh satu pihak saja," ujar Bao Jianlei.Pemaparan ini diharapkan dapat menjadi masukan dan memunculkan beragam ide bagi industri media nasional dalam berintegrasi ke lanskap global. Dengan memahami terlebih dahulu berbagai kesempatan dan tantangannya, Bao Jianlei berharap hadirnya Baidu di Indonesia dapat membawa hal positif bagi perkembangan industri di Indonesia.(*)
  • Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Memahami Peluang dan Tantangan Integrasi Media Nasional di Lanskap Global Rating: 5 Reviewed By: Beritasitaro