Powered by Blogger.
Latest News
Monday, February 27, 2017

Sering Makan Mi Instan? Ini Kata Pakar

BSC Jakarta - Mi instan kerap menjadi salah satu menu favorit karena cara pembuatannya yang cepat dan mudah. Mi instan juga memiliki rasa yang asin dan gurih sehingga banyak disukai. Bolehkah mi instan dikonsumsi tiap hari?

Menurut nutrisionis Leona Victoria Djajadi, MND, mi instan memang enak, namun nutrisinya bisa dibilang kosong. Jika dikonsumsi terus-menerus bisa menimbulkan risiko malnutrisi dan mungkin hipertensi karena garam dan MSG (monosodium glutamat) yang dimiliki pada bumbunya.

Sementara itu, pakar gizi Jansen Ongko, MSc, RD menuturkan bahwa sebenarnya tidak masalah apabila mi instan dikonsumsi setiap hari. Hanya saja makanan kemasan ini tidak dapat memenuhi kebutuhan gizi seimbang. Walaupun di dalam mi instan terdapat kandungan karbohidrat dalam jumlah besar, tetapi kandungan vitamin, mineral maupun protein yang ada di dalamnya sangat sedikit. 

"Mi instan juga dapat memicu obesitas karena kandungan kalorinya cukup tinggi dan sering dikonsumsi lebih dari satu bungkus dan dicampur bahan makanan lain seperti kornet," tuturnya.

Namun demikian, bukan berarti mi saja adalah pemicu obesitas. Kondisi obesitas disebutkan Jansen merupakan hasil akumulasi dan terjadi apabila Anda seringkali makan melebihi asupan kalori harian. Satu takaran saji mi instan sendiri dapat menyumbang energi sebesar 400 kkal atau sekitar 20 persen dari total kebutuhan energi harian. 

"Hal yang perlu diwaspadai lainnya adalah kandungan lemak dan kadar natriumnya memang tinggi, sehingga dapat memicu tekanan darah tinggi bagi yang sudah memiliki masalah kesehatan tertentu. Jadi tetap saja dianjurkan tidak mengonsumsi mi instan setiap hari karena mi instan merupakan makanan tinggi proses yang dapat memicu ketagihan," pesan Jansen.

Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB., pakar kesehatan pencernaan dari RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) juga pernah mengatakan mi instan yang dimasak matang maupun setengah matang dapat memicu masalah di lambung seperti kembung dan begah, terutama pada pengidap maag. "Bumbunya itu juga biasanya bisa merangsang iritasi pada lambung karena ada pedasnya," timpalnya.(*)
  • Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Sering Makan Mi Instan? Ini Kata Pakar Rating: 5 Reviewed By: Beritasitaro