Powered by Blogger.
Latest News
Thursday, March 2, 2017

BI Dan Kemenlu Bekerja Sama Pasok Data Ekonomi Luar Negeri

BSC Jakarta - Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) bekerja sama memasok data ekonomi untuk para diplomat di luar negeri. Sehingga para diplomat bisa mengetahui lebih rinci kondisi maupun potensi ekonomi Indonesia sekaligus mempromosikan ke publik di negara mereka bertugas. 

Kerja sama tersebut tertuang dalam nota kesepahaman tentang Peningkatan Diplomasi Ekonomi yang langsung dilakukan oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Gubernur BI Agus Martowardojo di Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat (3/3/2017).

Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, mengatakan kerja sama ini akan menjadi senjata baru bagi para diplomat dalam menjabarkan kondisi perekonomian Indonesia.

"Jadi satu kerja sama bagus antara Kemenlu dan Bank Indonesia, intinya bagi kami, dengan kerja sama ini secara konkret kita mendapatkan masukan mengenai kebijakan ekonomi, mengenai kondisi perekonomian kita dan sebagainya yang kemudian akan kita gunakan untuk berjuang di luar negeri untuk membela ekonomi kita, tetapi juga kepentingan nasional kita," kata Retno.

Menurut Retno, kerja sama ini sebagai wujud memperjuangkan kepentingan Indonesia dalam memberikan gambaran kondisi perekonomian nasional di dunia. Selama ini, kata Retno, para diplomat Indonesia masih kekurangan informasi dan data mengenai kondisi perekonomian Indonesia saat berhadapan dengan para investor luar negeri.

Data yang dipasok BI nanti berisi potensi ekonomi dan juga kondisi ekonomi mulai dari tingkat daerah, tingkat nasional akan dirangkum menjadi satu, dan rangkuman kondisi ekonomi itu menjadi bekal para diplomat dalam mempromosikan perekonomian Indonesia di dunia.

"Tidak ada opsi lain untuk bersatu bekerjasama memperjuangkan kepentingan Indonesia bagi gambaran ekonomi Indonesia disampaikan BI intinya kita memiliki satu potret optimisme mengenai ekonomi Indonesia, sekarang tinggal bagaimana optimisme ini kita connectdengan dunia luas sehingga gambarannya atau kinerja semakin baik," tambahnya.

Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan, Bank Indonesia akan memberikan informasi dan data mengenai perkembangan perekonomian nasional secara keseluruhan kepada Kemenlu.

"Kami selaku otoritas moneter, akan berkontribusi menceritakan bagaimana aspek-aspek moneter, peredaran uang, sistem pembayaran, kebijakan menjaga stabilitas sistem keuangan, dan semua akan dirangkum oleh Kemenlu sehingga Indonesia melalui lebih dari 130 kantor di tingkat kedubes maupun konsultan jenderal, konsulat akan bisa menceritakan kepada dunia bagaimana Indonesia," kata Agus.

Lanjut Agus, Bank Indonesia memiliki informasi perkembangan ekonomi nasional yang banyak, bukan hanya aspek moneter, melainkan dari neraca pembayaran hingga kondisi perekonomian nasional terkini. Di mana, data tersebut akan diserahkan ke Kementerian Luar Negeri.

"Data yang ada di departemen statistik kami, kami akan tukarkan dengan Kemenlu, sehingga Kemenlu mempunyai data dan informasi yang semakin kuat, kami juga berencana melakukan capacity building sehingga pimpinan dan pegawai BI ditingkatkan kemampuan berdiplomasinya, baik itu ditingkat nasional maupun internasional," jelasnya.

Penjabaran Nota Kesepahaman diwujudkan dalam bentuk program kerja yang disusun secara bersama oleh BI dan Kementerian Luar Negeri setiap tahun. Untuk mengoptimalkan manfaat pelaksanaan program kerja, kedua instansi sepakat untuk melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala atas pelaksanaan program kerja tahunan tersebut.

Nota Kesepahaman ini berlaku selama 3 tahun dan dapat diperpanjang sesuai kesepakatan kedua belah pihak.

Kerjasama Kementerian Luar Negeri dan Bank Indonesia mencakup 5 poin penting, yaitu yang pertama pengelolaan persepsi ekonomi Indonesia antara lain pembentukan tim kedua belah pihak yang melibatkan unsur terkait K/L untuk perbaikan ekonomi nasional, termasuk melakukan kegiatan investment forum di daerah atau negara yang dipilih selektif dan fokusnya tidak hanya untuk usaha kecil tetapi juga usaha kecil.

Kedua, melakukan koordinasi urusan posisi dan peningkatan ekonomi di tingkat bilateral, regional karena banyak hal yang menjadi kepentingan bersama termasuk antisipasi termasuk Indonesia menjadi tuag rumah IMF 2018.

Ketiga pelaksanaan hubungan internasional dan perluasan networking dengan negara sahabat terkait ekonomi. Keempat, pertukaran data informasi untuk kebijakan perekonomian Indonesia, karena diketahui BI mampu menjaring berbagai potensi dan informasi yang ada di daerah.

Kelima, pengembangan kapasitas dan pelatihan, di mana akan sangat bermanfaat bagi Kementerian Luar Negeri untuk mengetahui perkembangan ekonomi dan kebijakan yang ada yang menjadi tanggung jawab BI.(*) 
  • Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: BI Dan Kemenlu Bekerja Sama Pasok Data Ekonomi Luar Negeri Rating: 5 Reviewed By: Beritasitaro