Powered by Blogger.
Latest News
Thursday, March 9, 2017

Kumpulkan Menteri, Jokowi Evaluasi Proyek Strategis

BSC Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumpulkan para menteri di Istana Negara, Jakarta Pusat. Jokowi akan menggelar rapat terbatas (ratas) terakait evaluasi Proyek Strategis Nasional (PSN).

"Agenda rapat terbatas siang hari ini akan dibahas evaluasi Proyek Strategis Nasional dan Program Prioritas di Provinsi Sulteng," kata Jokowi, Kamis (9/3/2017).

Jokowi melihat pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah (Sulteng) capai 9,98% di 2016. Jauh lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional yang berada pada 5,02%. 

"Saya harap momentum pertumbuhan ekonomi ini tetap dipertahankan, dijaga, dan ditingkatkan lagi. Dan momentum pertumbuhan ekonomi ini juga kita harapkan bisa berdampak pada pengentasan kemiskinan yang saat ini masih berada di angka 14,09%. Dan kita harapkan juga bisa mempercepat pemerataan pembangunan," ujarnya.

Jokowi juga mengingatkan para pemangku kepentingan untuk berkonsentrasi mengembangkan sektor-sektor unggulan yang menjadi inti bisnis di Sulteng. 

"Dari data yang saya miliki menunjukkan bahwa sektor pertambangan nikel tumbuh dengan pesatnya di provinsi Sulteng. Dan saya juga melihat potensi yang cukup besar di sektor perkebunan, mulai dari kakao, kopi, kelapa, sampai dengan cengkeh. Komoditas unggulan tersebut bisa menjadi basis ekonomi rakyat di Provinsi Sulteng," ujarnya.

Demikian juga di sektor kehutanan, kata Jokowi, Sulteng memilki berbagai jenis hasil hutan berupa rotan dan berbagai jenis kayu seperti eboni, meranti. Jokowi minta komoditas hasil pertanian kehutanan maupun pertambangan dapat diolah di Sulteng sehingga bisa memberikan nilai tambah multiplier effect bagi masyarakat.

"Saya juga minta perhatian khusus pengembangan potensi di sektor perikanan serta wisata bahari dan untuk itu saya minta langkah-langkah percepatan pembangunan infrastruktur untuk peningkatan aksesibilitas menuju kawasan-kawasan perikanan maupun kawasan pariwisata," ujarnya.

Oleh karena, lanjut Jokowi, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Palu dan Morowali harus mampu menampung industri pengolahan.

"Saya mendapatkan info di KEK Morowali sudah beroperasi pabrik smelter dan pabrik stainless steel dan selanjutnya kita perlu menyiapkan pengembangan di KEK Palu," tambahnya.

Jokowi minta para menteri dan pemda terkait memperhatikan kesiapan infrastruktur pendukung mulai dari tenaga listrik, air bersih, sampai hunian bagi para pekerja dan juga peningkatan pendidikan dan keterampilan terutama bagi tenaga kerja lokal.

"Saya juga ingin pembangunan di Sulteng khususnya di KEK betul-betul memperhatikan aspek lingkungan dan kita hindarkan adanya pencemaran saya kira itu sebagai pengantar," ujarnya.

Selain itu, ratas juga membahas soal program prioritas di Kalimantan Timur (Kaltim). Gubernur Sulteng Longki Djanggola dan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak sudah hadir di Istana Negara.

"Saya melihat dengan semakin membaiknya harga komoditas minerba di pasar global, perekonomian di Kaltim akan kembali menggeliat lagi. Namun demikian saya ingin memanfaatkan kondisi ini sbagai momentum melakukan langkah-langkah pengembangan sektor-sektor unggulan alternatif di luar sektor pertambangan," kata Jokowi.

Sektor yang Jokowi maksud antara lain pertanian, perkebunan, perikanan, serta industri pengolahan. Sektor-sektor ini diharapkan bisa memberikan nilai tambah serta menyerap banyak tenaga kerja di Kaltim. 

"Kita juga mengharapkan pertumbuhan ekonomi di Kaltim semakin membaik seiring dengan mulai beroperasinya pabrik baru CPO, pembangunan kilang minyak di Bontang serta upgrading kilang-kilang minyak eksisting oleh Pertamina di kaltim. Selain itu, dari data yang saya miliki, lapangan usaha non pertambangan cenderung tumbuh positif, tapi belum mampu mengangkat pertumbuhan ekonomi di Kaltim secara keseluruhan," katanya.

Jokowi mengatakan, agar perekonomian Kaltim bisa tumbuh ke arah positif dan lebih cepat lagi, infrastruktur pendukung harus dibenahi. Baik infratruktur transportasi, seperti Tol Balikpapan-Samarinda, jalan Trans Kalimantan, pembangunan jalur kereta api, pembangunan bandara, dan penyiapan pelabuhan serta galangan kapal.

"Juga infratruktur penunjang untuk pengembangan kawasan-kawasan industri pengolahan di Kaltim, seperti KIK (Kawasan Industri Khusus) Maloy yang nantinya difokuskan pada industri pengolahan kelapa sawit. Kita juga perlu menuntaskan pembangunan waduk, bendungan yang selain bermanfaat bagi pengembangan usaha sektor pertanian, juga dapat dikembangkan untuk penyediaan air baku sebagai sumber pengembangan energi alternatif," ucapnya.(*)
  • Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Kumpulkan Menteri, Jokowi Evaluasi Proyek Strategis Rating: 5 Reviewed By: Beritasitaro