Powered by Blogger.
Latest News
Monday, April 3, 2017

Distribusi Gas Mahal, PLN Ingin Bangun Terminal LNG

BSC Jakarta - Dalam kunjungannya ke Medan pada akhir pekan lalu, Menteri ESDM, Ignasius Jonan, menyoroti mahalnya biaya distribusi gas ke pembangkit listrik tenaga gas dan uap (PLTGU) di Belawan.

Akibat mahalnya biaya distribusi ini, PLTGU Belawan tak bisa beroperasi dengan efisien. Biaya produksi listrik jadi mahal, tarif untuk masyarakat jadi susah diturunkan.

Direktur Bisnis Regional Sumatera PLN, Amir Rosidin, mengungkapkan ada sejumlah komponen biaya yang dibebankan sehingga harga gas menjadi mahal begitu sampai di PLTGU Belawan.

Mulai dari biaya angkut LNG dengan kapal, ongkos regasifikasi di Terminal LNG Arun, toll fee di pipa transmisi ruas Arun-Belawan, dan sebagainya. Totalnya sampai lebih dari US$ 4/MMBtu.

Gas untuk PLTGU Belawan berasal dari Tangguh di Papua, setelah diproses jadi LNG harganya sekitar US$ 6/MMBtu. LNG dikapalkan dengan biaya US$ 0,6/MMBtu. Sampai di Terminal Penerimaan dan Regasifikasi LNG Arun, LNG diregasifikasi dengan biaya US$ 1,56/MMBtu.

Kemudian gas dialirkan ke PLTG Belawan melalui pipa transmisi Arun-Belawan yang mengenakan toll fee sebesar US$ 2,53/MSCF. Total biaya pengapalan, regasifikasi, dan transmisi sudah US$ 4,63/MMBtu. Harga gas jadi di atas US$ 10/MMBtu begitu sampai di PLTG Belawan.

"Ada biaya pengolahan dari gas jadi LNG, US$ 1,56/MMBtu untuk regasifikasi, biaya transportasi US$ 2,53/MMBtu. Jadi jatuhnya sudah di atas US$ 4/MMBtu. Pak Menteri (Jonan) melihat ini mahal banget," kata Amir Selasa (3/4/2017).(detik.com)
  • Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Distribusi Gas Mahal, PLN Ingin Bangun Terminal LNG Rating: 5 Reviewed By: Beritasitaro