Powered by Blogger.
Latest News
Monday, April 10, 2017

Kereta Bandara Tingkatkan Daya Saing RI di Dunia Global

Layanan transportasi yang terintegrasi sudah tidak terhindarkan lagi. Setiap moda transportasi sudah harus saling mengisi dan mendukung untuk melayani masyarakat yang semakin dinamis.

Kereta bandara adalah salah satu contoh solusi integrasi antara angkutan udara dengan kereta api. Inilah yang mendasari pembangunan proyek Kereta Bandara Internasional Adi Soemarmo, Boyolali, Jawa Tengah.

Groundbreaking proyek sudah dilakukan langsung oleh Presiden Indonesia Joko Widodo. Dalam sambutannya, Presiden Jokowi meminta proyek ini menjadi perhatian penting untuk meningkatkan daya saing Indonesia di dunia global.

"Tahun 2018 harus selesai. Artinya tidak sampai dua tahun. Kerja itu harus ditarget. Kalau tidak, mundur-mundur terus mangkrak. Kenapa cepat-cepat, karena negara di kanan kiri kita sudah meninggalkan kita. Singapura, Malaysia, dan Vietnam," ujar Presiden saat di Bandara Adi Soemarno, Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu (8/4/2017).

Proyek ini akan memberikan manfaat yang berlimpah bagi masyarakat, termasuk dari sisi pertumbuhan ekonomi. Tidak hanya bagi Solo atau Boyolali, tetapi daerah-daerah yang dilalui rel-rel kereta kelak.

Oleh karena itu, pembebasan lahan seharusnya tidak menjadi masalah. Presiden Jokowi memerintahkan pejabat pemerintah daerah menyosialisasikan ke warga pemilik lahan betapa pentingnya proyek ini bagi masyarakat luas.

"Persoalan pembebasan lahan bukan kendala, karena hanya sedikit kok. Ini ada bupati, wali kota, gubernur yang siap membantu proses pembebasan lahan. Jangan sampai siap-siap nanti di lapangan tidak siap. Awas!" ujar Jokowi.

Pembangunan kereta bandara ini menelan biaya Rp 800 miliar yang diambil dari APBN. Jalur kereta api tersebut dibagi menjadi 2 segmen, yaitu segmen 1 sepanjang 3,5 km yang merupakan jalur KA eksisting dan Segmen 2 sepanjang 10 km adalah jalur KA baru," tutur Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Dengan menggunakan kereta bandara ini, nantinya jarak tempuh dari kota Solo (Stasiun Solo Balapan) ke Bandara Adi Sumarmo yang terletak di Kabupaten Boyolali hanya berkisar 15 menit saja, dibandingkan jika berkendara mobil yang memakan waktu lebih dari 30 menit. Industri pariwisata diharapkan juga makin bergeliat mengingat jalur kereta ini otomatis juga akan terhubung dengan rute kereta Yogyakarta-Solo.

"Setelah Bandara Adi Soemarmo kita tetapkan sebagai hub September 2016, terjadi peningkatan pesat di sini. Bandara Adi Soemarmo juga akan menjadi bandara penyangga Bandara Adi Sutjipto. Saat ini, rata-rata peningkatan jumlah penumpang bandara mencapai 17% per tahun. Penumpang terus meningkat sehingga perlu perluasan kapasitas bandara. Menjadikan Bandara Adi Soemarmo di Boyolali sebagai penyangga Bandara AdiSutjipto di Yogyakarta merupakan salah satu solusi untuk menampung tingginya jumlah penumpang bandara.Kini Adi Soemarmo berbagi dengan Adisutjipto Yogyakarta. Tujuannya untuk meningkatkan pariwisata seperti di Candi Borobudur," ujar Budi Karya.

Dirjen Perkeretapian Prasetyo Boeditjahjono menerangkan tahapan operasional kereta bandara Adi Soemarmo. Sebagai permulaan akan dikerahkan 6 trainset dengan 1trainset memiliki 5 hingga 6 gerbong kereta. Dengan sarana Diesel Multiple Unit (DMU) berkapasitas tempat duduk sebanyak 50 tempat duduk per kereta.

Frekuensi kereta adalah satu jam sekali. Nantinya frekuensi kereta akan disesuaikan dengan jadwal penerbangan yang ada di Bandara Adi Soemarmo.

Terkait tarif kereta, Prasetyo menjamin tarif kereta bandara ini akan murah.

"Tarif kereta api tidak boleh mahal supaya menjadi pilihan bagi masyarakat. Yang jelas rencananya akan diberikan subsidi oleh pemerintah supaya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat," lanjut Dirjen Perkeretapian Prasetyo Boeditjahjono.(*)
  • Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Kereta Bandara Tingkatkan Daya Saing RI di Dunia Global Rating: 5 Reviewed By: Beritasitaro