Powered by Blogger.
Latest News
Wednesday, May 10, 2017

Berdebat Politik Dengan Rekan Sekerja Dapa Memicu Depresi

BSC - Saat pemilihan kepala daerah di berbagai daerah telah selesai di laksanakan, Namun perdebatan politik yang sengit di antara pendukung masing-masing kandidat masih terasa, bahkan sampai ke ranah personal seperti dalam lingkungan keluarga dan kantor.

Nyatanya kondisi ini juga terjadi dan persis dengan yang terjadi di AS pasca terpilihnya Donald Trump sebagai presiden AS. 

Kaitannya dengan kondisi tersebut, sebuah survei yang dilakukan American Psychological Association (APA) pun menyebut karena perdebatan politik yang intens di tempat kerja saat kampanye presiden AS, tercatat terjadi peningkatan jumlah pekerja yang merasa stres atau tertekan.

Dari 1.300 pekerja lebih yang dilibatkan sebagai responden, peneliti menemukan lebih dari seperempat atau sebesar 26 persen responden mengaku debat politik atau perbincangan tentang situasi politik di tempat kerja telah membuat mereka merasa tegang atau tertekan.

21 Persen lainnya merasa lebih sinis atau cenderung berpikiran negatif di tempat kerja karena debat politik tersebut. 

40 Persen lainnya mengaku hal ini berdampak negatif terhadap mereka, setidaknya dalam satu aspek seperti penurunan produktivitas, penurunan kualitas kerja, kesulitan menyelesaikan pekerjaan, peningkatan konflik di tempat kerja atau bahkan memunculkan pandangan yang negatif pada sesama rekan kerja. Padahal dalam survei di tahun sebelumnya, angkanya hanya mencapai 27 persen.

25 Persen juga mengaku menghindari rekan kerja mereka yang memiliki pandangan politik berseberangan. Bahkan bukan mereka yang terlibat langsung dalam debat politik, dampak negatif ini juga dirasakan lebih dari 30 persen responden yang mengaku menyaksikan rekan kerja mereka saling berdebat politik.

1 Dari 5 (18 persen) melaporkan peningkatan konflik di tempat kerja, dan 17 persen mengaku kinerja tim mereka juga menjadi terganggu.

"Kami sangat terkejut dengan adanya fakta ini. Betapa banyak orang yang mengaku kondisi ini setidaknya menyebabkan satu dampak negatif bagi diri mereka," kata David Ballard, direktur Center for Organizational Effectiveness APA.

"Ini bukan soal dari partai mana mereka berafiliasi tetapi isu, pandangan atau nilai-nilai yang dibawa si kandidat yang menjadi perhatian responden, seolah-olah ini terasa begitu dekat dengan diri mereka, semisal soal ras, agama, gender, keamanan ekonomi," jelas Ballard seperti dilaporkan Washington Post.

Selain mempengaruhi produktivitas, yang paling penting menurut Ballard adalah kondisi semacam ini dapat berdampak langsung pada kesehatan mental seseorang.

"Sebelumnya ada riset yang mengatakan, hubungan interpersonal yang buruk di tempat kerja ada kaitannya dengan masalah kejiwaan seperti depresi, kecemasan, stres akan pekerjaan yang tinggi, kelelahan dan lama-lama bisa memicu penarikan diri seperti sering membolos," paparnya.

Menariknya, lebih banyak responden wanita yang merasakan dampak negatif dari perdebatan politik di tempat kerja. Jumlahnya mencapai 20 persen, dibandingkan hasil survei tahun lalu yang hanya 9 persen. Sedangkan pada pria, perubahannya tak begitu besar, yaitu dari 20 menjadi 23 persen saja.(*)
  • Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Berdebat Politik Dengan Rekan Sekerja Dapa Memicu Depresi Rating: 5 Reviewed By: Beritasitaro