Powered by Blogger.
Latest News
Friday, July 7, 2017

Pemindahan Ibu Kota Ke Palangkaraya Punya Resiko

BSC Jakarta - Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) sedang mengkaji calon ibu kota baru pengganti Jakarta. Salah satunya adalah Palangka Raya, ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah.

Namun, ada dua risiko bencana yang perlu dipertimbangkan sebelum memilih Palangka Raya sebagai ibu kota pengganti Jakarta. Risiko ini tercantum pada data potensi bencana yang dijelaskan dalam Peraturan Daerah Kota Palangka Raya nomor 19 Tahun 2014 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2013-2018.

Apa saja dua risiko bencana itu?

"Pertama, kebakaran akibat titik api pada lahan gambut kering yang terjadi di musim kemarau. Kedua, banjir yang terjadi pada musim hujan karena meluapnya arus Sungai Kahayan dan Sabangau" tulis RPJMD Palangka Raya 2013-2018, dikutip Kamis (6/7/2017).

Pemkot Palangka Raya sudah mengantisipasi bencana itu dengan menyiapkan jalur evakuasi. Jika terjadi kebakaran, maka jalur evakuasi adalah ke daerah-daerah yang elevasi tanah lebih tinggi atau ke arah utara kota (Tangkiling dan sekitarnya).

Sementara jika terjadi banjir, maka jalur evakuasinya adalah ke daerah-daerah yang memiliki bangunan tinggi, seperti rumah sakit, gedung-gedung pemerintahn dan fasilitas sosial/umum yang berlantai dua atau lebih dan daerah yang terdekat.

Yang jelas, posisi Palangka Raya saat ini masih calon ibu kota, dan proses kajian di Bappenas masih berlangsung. Selain Palangka Raya, menurut Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, wilayah di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur juga menjadi calon ibu kota baru.

"Ada tiga (wilayah). Di Kalimantan Tengah (Kalteng), Kalimantan Timur (Kaltim), dan Kalimantan Selatan (Kalsel)," terang Basuki saat menghadiri acara evaluasi mudik di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Kamis (6/7/2017).(*) 
  • Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Pemindahan Ibu Kota Ke Palangkaraya Punya Resiko Rating: 5 Reviewed By: Beritasitaro