Powered by Blogger.
Latest News
Thursday, August 31, 2017

Nafsu Politik Istana, Berusaha Tumbangkan Lawan Terkuat Dengan Cara Kotor

BSC Sitaro - Tekanan pemerintah dalam upaya menurunkanaya baliho figur muda Bob Nover Janisyang terus di lancarkan sampai pada saling menyahut di media sosial membuat figur muda Bob Nover Janis  sedih dengan kinerja pemerintahan Sitari kini.

Keseedihan itu karena melihat para ASN berada dalam tekanan dan tidak lagi bekerja sesuai aturan/UU dan sekadar mengikuti nafsu kekuasaan penguasa.

"Surat teguran dari Kesbangpol Sitaro meminta kami menurunkan baliho atas alasan yg mengada-ada." kata figur muda yang dikenal dengan bekerja nyata ini.

Anehnya surat itu justru sudah dibagikan di media sosial sebelum staf Kesbangpol SITARO membawa surat itu langsung pada pihak yang menjadi tujuan, yaitu figur muda Bob Nover Janis. Aneh juga karena surat Kesbang termaksud justru meminta pihak figur muda Bob Nover Janis memperhatikan etika dalam pemasangan baliho yang menjadi inti penyampaian surat pihak Kesbangpol Sitaro.

"Surat Kesbangpol yang tidak etis itu saya nyata-nyata tolak ketika diantarkan ke rumah saya, karena saya merasa telah diperlakukan secara tidak etis." tegas figur muda Bob Nover Janis yang rendah hati dan berwibawa ini.

Sebagai salah satu bakal calon telah diperlakukan secara diskriminatif oleh pemerintah Sitaro, dalam hal ini Bupati telah mempersulit figur muda Bob Nover Janis dalam mensosialisasikan diri saya sebagai calon. Hal itu terjadi karena bupati jelas tidak lagi netral dalam pelaksanaan pilkada karena keikutsertaan istrinya dalam ajang Pilkada Sitaro 2018.

"Saya jelas tidak menghalangi keikutsertaan istri bupati dalam pilkada, tetapi yang saya harap adalah sebuah kontestasi pilkada yang fair. Dalam situasi itu, saya berharap ada kebijaksanaan bupati dalam menyediakan ruang kompetisi yang fair dan netral." tegasnya lagi.

Jargon yang di pakai yang berbunyi 'Mapiang Tau Siau, Mapiang Ese' telah disalahpahami, dituduh dan di diskreditkan sebagai pernyataan SARA.

"Saya sekali lagi menjelaskan bahwa tidak ada unsur konflik SARA di dalam jargon itu. Karena itu, adalah penegasan identitas saya. Hal itu bukan tindakan SARA. Identitas Siau adalah identitas resmi dan sah yang ikut berjuang membangun bangsa Indonesia. Identitas itu ikut membangun identitas Indonesia. Siau adalah salah satu titik penting bangkitnya nasionalisme Indonesia. Penegasan jati diri etnik dalam kesadaran nasional adalah tindakan yang tidak dapat dituduhkan sebagai memiliki unsur SARA." jelasnya.

Sebab jika benar proses penuduhan ini, alangkah gelinya kita menuduh semua elit negara ini sudah bernuansa SARA pada perayaan kemerdekaan NKRI barusan ini. Seperti diketahui pada perayaan resmi nasional itu baik presiden, wakil presiden dan semua pemimpin bangsa mengenahkan pakaian etnik yang merupakan penegasan identitas.

"Kami tetap berharap ada perlakuan yg adil pada semua calon pilkada Sitaro 2018 oleh semua jajaran pemerintah Sitaro. Hal yang sama kami harapkan pada para penyelenggara yang resmi telah mulai bekerja." kuncinya. (BSC)
  • Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Nafsu Politik Istana, Berusaha Tumbangkan Lawan Terkuat Dengan Cara Kotor Rating: 5 Reviewed By: Beritasitaro