Powered by Blogger.
Latest News
Friday, September 22, 2017

Soal Riset Belanda, Wiranto: Jika Kedaulatan RI Diambil Bagaimana?

BSC Jakarta - Belanda melakukan riset tentang perang di Indonesia periode 1945 sampai 1950. Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Wiranto, menanggapi dengan pertanyaan tentang kedaulatan negara.

"Kita negara berdaulat kan? Kalau kedaulatan kita diambil orang lain, bagaimana? Boleh nggak? Itu saja tanggapan saya," kata Wiranto seraya mendekati mobilnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Jumat (22/9/2017).
Tanggapan itu diutarakannya saat ditanyai soal apakah riset Belanda itu diizinkan atau tidak. Namun ketika ditanya kembali soal izin penelitian itu, Wiranto tak menjawab sembari masuk ke mobil sedan hitam bernomor polisi RI 16. Dia meninggalkan Istana.

Riset itu bertajuk 'Dekolonisasi, Kekerasan, dan Perang di Indonesia, 1945-1950', diadakan tiga lembaga Belanda yakni KITLV, NIOD, dan NIMH. Riset itu bakal memberi porsi penelitian terhadap periode Bersiap yang penuh kekejaman terhadap orang Belanda, Indo, atau orang Tionghoa yang dianggap berpihak ke Belanda. Penelitian ini berdana 4,1 juta Euro.

Koordinator proyek riset ini, Ireen Hoogenboom, menjelaskan bahwa riset ini tak ada hubungannya dengan pemerintah, karena ini merupakan proyek akademis saja. Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta adalah pihak dari Indonesia yang digandeng pihak Belanda. 

Ireen juga menegaskan bahwa riset ini tak akan mengusik sejarah Republik Indonesia. "Riset ini bukan bertujuan untuk mengubah sejarah Indonesia dan jelas tak akan menyangkal 17 Agustus (hari kemerdekaan Indonesia)," kata Ireen di kutip dari detik Rabu (20/9).

"Tujuan riset ini adalah mencari tahu (sejauh yang dimungkinkan) 'apa yang terjadi dan mengapa terjadi'. Ini bukan untuk membenarkan atau membuat sikap politik," ujar Ireen.(*)
  • Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Soal Riset Belanda, Wiranto: Jika Kedaulatan RI Diambil Bagaimana? Rating: 5 Reviewed By: Beritasitaro