Powered by Blogger.
Latest News
Wednesday, November 1, 2017

Direktur PT Gaja Tunggal Mangkir Dari Panggilan KPK Soal Kasus BLBI

BSC Jakarta - Direktur PT Gajah Tunggal Ferry Lawrentius Hollen mangkir dari panggilan KPK. Dia sedianya diagendakan untuk bersaksi terkait kasus penerbitan surat keterangan lunas (SKL) dari BPPN terhadap Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) atas obligor Sjamsul Nursalim.

"Saksi Ferry Lawrentius Hollen untuk tersangka SAT (Syafruddin Arsyad Temenggung) tidak hadir. Belum ada informasi terkait ketidakhadiran saksi," ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Rabu (1/11/2017).

Dicek dari situs PT Gajah Tunggal di gt-tires.com, Hollen ditunjuk menjadi direktur pada tahun 2010. Disebutkan pula saat ini bila Holleh menjabat sebagai direktur di PT Panen Lestari Internusa sejak 2007. Sebelumnya, Hollen merupakan General Manager of GA dan HRD dari PT Gajah Tunggal.

KPK belum mengungkap keterangan apa yang ingin ditelisik dari Ferry. Terkait perusahaan Gajah Tunggal, KPK juga pernah 2 kali memanggil Eks Presiden Komisaris dan Direktur Keuangan PT Gajah Tunggal Mulyati Gozali sebagai saksi. Setali tiga uang, Mulyati juga kompak tidak pernah hadir.

KPK menyebut aset Sjamsul Nursalim salah satunya di Gajah Tunggal. Walau petinggi perusahaan produsen ban GT-Radial itu tidak pernah hadir, KPK pernah memeriksa Direktur Utama PT Datindo Entry Com Ester Agung Setiawati. Ester diperiksa terkait pencatatan saham Gajah Tunggal di Biro Administrasi Efek Indonesia.

Syafruddin menjadi tersangka terkait penerbitan SKL terhadap Sjamsul Nursalim selaku pemegang saham pengendali BDNI, yang memiliki kewajiban kepada BPPN.

KPK menyebut Syafruddin mengusulkan disetujuinya KKSK perubahan atas proses litigasi terhadap kewajiban obligor menjadi restrukturisasi atas kewajiban penyerahan aset oleh obligor BLBI kepada BPPN sebesar Rp 4,8 triliun.

Dalam audit terbaru BPK, KPK menyebut nilai kerugian keuangan negara dalam kasus ini menjadi Rp 4,58 triliun. Nilai itu disebabkan Rp 1,1 triliun yang dinilai sustainable kemudian dilelang dan didapatkan hanya Rp 220 miliar. Sisanya Rp 4,58 triliun menjadi kerugian negara.

Sementara itu, KPK pernah memanggil Sjamsul Nursalim dan istrinya, Itjih Nursalim, yang masih berstatus tersangka sebanyak dua kali. Namun keduanya absen. Pasangan ini diketahui masih berada di Singapura. Di lain pihak, KPK terus berupaya menyampaikan surat panggilan pemeriksaan bekerja sama dengan otoritas setempat. 
  • Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Direktur PT Gaja Tunggal Mangkir Dari Panggilan KPK Soal Kasus BLBI Rating: 5 Reviewed By: Beritasitaro